Pedoman Kerja

PEDOMAN KERJA IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA KOTA BANDUNG MASA BAKTI 2007 –2012

MUQODDIMAH

I. DASAR PEMIKIRAN

Tumbuh dan berkembangnya organisasi kemasyarakatan salah satunya dipengaruhi oleh tumbuh dan berkembangnya masyarakat serta kegiatan yang dilakukannya. Organisasi IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA ( IPHI ) sebagai organisasi kebajikan yang mewadahi dan menampung segala aspirasi dan potensi para Hujjaj dimana perkembangannya menunjukkan yang selalu meningkat. Hal ini merupakan salah satu indikator dari keberhasilan pembangunan, bukan pembangunan fisik materil semata, tetapi juga keberhasilan pembangunan mental spiritual.

Sesuai dengan tujuan Organisasi IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA    ( IPHI ) yakni ingin berkiprah didalam mengisi Pembangunan Nasional, melalui upaya hendak dilakukan dalam bentuk penyuluhan bimbingan terhadap Calon Jemaah Haji maupun Jamaah Pasca Haji, bekerjasama dengan pihak-pihak lain yang terkait sebagai mitra kerja seperti Pemerintah dan Badan / Lembaga  Sosial Keagamaan. Hal tersebut perlu dituangkan kedalam perencanaan Program Kerja yang berkesinambungan pragmatis realistis, sehingga umat Islam dapat melaksanakan ibadah hajinya dengan baik, benar dan sempurna, selanjutnya kelestarian Haji Mabrur dapat terpelihara dengan baik serta mendapat Ridho Allah SWT.

IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA ( IPHI ) Kota Bandung yang semula bernama Badan Koordinasi Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Bandung Nomor : 898 Tahun 1992 disempurnakan berdasarkan hasil Muktamar maka dengan Surat Keputusan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Kotamadya Bandung Nomor : 01/PD-IPHI/II/1994 Tanggal 17 Maret 1994 telah terbentuk susunan pengurus untuk Masa Bakti Tahun 1993-1998. Selanjutnya sesuai dengan Peraturan dan Ketentuan yang berlaku dan berdasarkan hasil Muktamar berikutnya serta dengan pelaksanaan Musyawarah Daerah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Kota Bandung pada tanggal 11 September 2007 terbentuklah Kepengurusan untuk Masa Bakti Tahun 2007-2012 yang dikukuhkan dengan SK  Pengurus Wilayah IPHI Prov. Jawa Barat No : 14 Tahun 2007 M / 1428 H Tanggal : 8 November 2007 M / 27 Syawal 1428 H.

Guna terbina dan terwujudnya Organisasi IPHI Kota Bandung yang baik, handal dan Profesional perlu disusun suatu Petunjuk Pelaksanaan sekaligus Petunjuk Teknis sehingga memudahkan bagi anggota Pengurus dalam melaksanakan Fungsi dan Tugasnya yaitu dalam bentuk Buku Pedoman kerja Visi & Misi dan Program Pelaksanaannya serta Peraturan IPHI Kota Bandung Masa Bakti 2007 – 2012.

 

II. BEBERAPA PENGERTIAN

1. Pedoman Kerja ini merupakan petunjuk, arahan dan pegangan bagi Para Pengurus Daerah IPHI Kota Bandung Masa Bakti 2007 – 2012 dalam melaksanakan berbagai aktifitas organisasi. Untuk itulah maka setiap anggota pengurus baik secara individu maupun kelompok yang tergabung dalam Bagian-bagian serta secara kolektif dalam organisasi IPHI mulai Tingkat Kota, Cabang sampai Tingkat Ranting diharapkan benar-benar memahami secara seksama minimal mengetahui segala isi kandungannya.

2. Visi & Misi merupakan Ruh Organisasi IPHI Kota Bandung sebagai Rencana Strategi ( Renstra ) yang melandasi, mewarnai dan menjiwai seluruh Program Kerja untuk ke depan setidak-tidaknya dalam Jangka Masa Kepengurusan lima tahun ( masa bakti 2007 – 2012 ).

3. Peraturan dan Ketentuan IPHI adalah merupakan Landasan Konstitusional maupun Landasan Operasional dalam melaksanakan seluruh Program Kerjanya, guna menghindari suatu kegiatan yang over lapp dengan tugas / fungsi dari lembaga-lembaga diluar IPHI.

4. IPHI Kota Bandung dalam kiprahnya sebagai Organisasi Kebajikan dan Lembaga Sosial Keagamaan tentunya tidak terlepas dari Pedoman Utama sebagai sumber Hukum Islam yaitu Al-Qur’an dan Hadits serta Sumber-sumber hukum lainnya yang tidak bertentangan dengan Syariat Islam.

5. Program Kerja ini merupakan garis besar kebijaksanaan, arah dan tujuan pembangunan Ikatan Haji Indonesia Kota Bandung,dengan memperhatikan kondisi, potensi serta aspirasi Hujjaj yang tumbuh dan berkembang di Wilayah Kota Bandung. Program Kerja ini disusun berdasarkan pengalaman sejak  Persaudaraan Haji dibentuk dan digali berdasarkan hasil analisa dan evaluasi.keberhasilan penyelenggaraan pembangunan yang dicapai berkat peran aktif masyarakat, sikap, tekad semangat serta ketaatan dan ketangguhan, yang didukung oleh stabilitas ekonomi, politik, sosial budaya dan pertahanan keamanan.

6. Fungsi program kerja Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Kota Bandung ini adalah sebagai pegangan dan pedoman dalam menjalankan roda organisasi sehingga terdapat gerak langkah yang sama pada segenap jajaran Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Kota Bandung dengan tujuan memasyarakatkan berbagai amal saleh sebagai aktualisasi Haji Mabrur.

III. MAKSUD DAN TARGET YANG INGIN DICAPAI

1. Maksud dan Tujuan

a. Maksud / Tujuan Penyusunan BUKU PEDOMAN KERJA ini untuk memudahkan bagi setiap anggota Pengurus dalam melaksanakan Fungsi dan Tugasnya serta Garapan Program Kerja IPHI Kota Bandung Masa Bakti 2007-2012.

b. Sebagai informasi yang jelas dan rinci bagi Instansi Pemerintah dan LSM Keagamaan ( Islam ) serta bagi masyarakat Hujjaj mengenai eksistensi dan konstribusi IPHI Kota Bandung dalam kiprahnya sebagai organisasi kebajikan.

2. Target Yang Ingin Di Capai

a. Diharapkan dapat dijadikan sebagai feed back dengan lahirnya kesadaran partisipasi dan kontribusi Para Jamaah Haji ( Hujjaj ) maupun Para Calon Jamaah Haji terhadap Organisasi Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia ( IPHI ) sebagai salah satu Wadah / Organisasi dalam bidang Pelayanan Haji / Umrah.

b. Tercapai dan Terwujudnya keberhasilan secara optimal Visi dan Misi IPHI Kota Bandung yang terbaik di Jawa Barat.

 

IV. RUANG LINGKUP

Ruang Lingkup program kerja ini akan mencakup seluruh aspek kegiatan  pembangunan dalam rangka pembinaan ummat pada umumnya khususnya anggota Hujjaj / Hujjajah diseluruh Wilayah Kota Bandung yaitu :

a. Aspek pengembangan organisasi dan kelembagaan.

b. Aspek pembinaan mental spiritual Da’wah Haji.

c. Aspek pengembangan social ekonomi.

d. Aspek pengembangan pendidikan dan keterampilan serta budaya.

V. KONDISI DAN POTENSI / MODAL DASAR

1. Faktor Geografis

Kondisi dan potensi yang terdapat di wilayah Kota Bandung tidak saja dipengaruhi oleh kondisi yang ada di wilayah saja ( faktor internal ), tetapi juga dipengaruhi faktor dominan dari kedudukan Kota Bandung dilihat dari ruang lingkup yang luas.

Kota Bandung yang merupakan Kota terbesar kedua di Jawa Barat setelah Ibukota Jakarta, dilihat dari letak geografisnya memiliki kedudukan sosial politik dan sosial kemasyarakatannya. Dan perkembangan sosial ekonominya menunjukkan pekembangan yang cukup baik.

Disamping itu juga fungsi Kota Bandung yang cukup banyak dapat memberikan prospek dan tantangan bagi masyarakatnya, fungsi Kota Bandung saat ini adalah :

a. Kota Pemerintahan

b. Kota Pendidikan

c. Kota Perdagangan Lokal dan Regional

d. Kota Jasa

e. Kota Pariwisata dan Budaya serta ditambah lagi sebagai Etalase Jawa Barat

f. Kota Agamis

 

2. Kependudukan

Jumlah penduduk  Kota Bandung menunjukkan perkembangan yang terus meningkat, kenaikan ini terutama akibat Wilayah administratif dengan PP Nomor 16 Tahun 1987 menjadi 16.730 Ha dan tingginya arus urbanisasi serta dengan pengembangan wilayah administratif Pemerintahan menjadi 30 Kecamatan dan 151 Kelurahan.

Tingkat pendidikan menunjukkan kondisi cukup baik, ini dapat dilihat dari tingkat melanjutkan ke sekolah, baik ke Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Menengah Tingkat Pertama / Tsanawiah, dan Sekolah Menengah Tingkat Atas / Aliyah maupun Perguruan Tinggi.

Dari aspek sosial kependudukan lainnya, dapat dilihat dari karakteristik masyarakat lainnya, yang religius berbudaya luhur, kritis, inovatif, tanggap dan konstruktif merupakan potensi yang dikembangkan kearah yang menunjang dalam pembangunan nasional.

Peran serta masyarakat dalam pembangunan peranan keagamaan dan peran agama sebagai pemberi motivasi masyarakat dalam pembangunan telah dirasakan manfaatnya ini dapat dilihat dengan maraknya aktivitas generasi muda dalam kehidupan beragama.

3. Sosial Ekonomi

Dilihat dari sosial ekonomi masyarakat, laju pertumbuhan ekonomi Kota Bandung, perkembangannya terus meningkat walaupun terjadi fluktuasi pada setiap tahun.

Hal ini berarti masih diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Barat maupun Nasional. Dan pertumbuhan tersebut diikuti pula dengan pertumbuhan bidang-bidang lainnya.

Pendapatan perkapita rata-rata masyarakat baik berdasarkan harga berlaku maupun harga konstan makin meningkat dengan distribusi pendapatan antar kelompok relatif merata.

 

4. Perkembangan Pembinaan Umat

Kota Bandung dilihat dari jumlah penduduk yang memeluk agama Islam mencapai 90% dari kondisi ini maka perkembangan pembinaan cukup menggembirakan yaitu dengan tumbuhnya organisasi sosial keagamaan sebagai sarana pembinaan umat baik dalam bentuk kegiatan dalam yayasan pendidikan formal maupun non formal seperti kelompok pengajian majelis taklim, di masjid-masjid atau kelompok sosial keagamaan lainnya seperti dari berbagai kelompok anak pra sekolah sampai usia lanjut. Saat ini jumlah masjid di Kota Bandung tersebar di hampir seluruh Rukun Warga yang ada di wilayah Kota Bandung.

 

 

 

5. Perkembangan Hujjaj

 

Perkembangan Hujjaj di Kota Bandung pada umumnya meningkat kecuali pada tahun 1999 dan tahun 2000 dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan kurang menunjangnya keadaan ekonomi masyarakat dimana nilai rupiah menurun terhadap dollar Amerika Serikat, sehingga Ongkos Naik Haji mencapai Rp. 20.500.000,00.

Adapun perkembangan Hujjaj dapat dilihat pada data di bawah ini :

DATA PERKEMBANGAN HUJJAJ

DI KOTA BANDUNG

DARI TAHUN 1996-2000

 

Tahun Banyaknya Jemaah Haji Prosentase Keterangan
1996 3669   Orang - -
1997 4067   Orang 10,85  % NAIK
1998 4242   Orang 15,61  % NAIK
1999 993   Orang 72,93  % TURUN
2000 2879   Orang 21,53  % TURUN
2001 3119   Orang 19  % NAIK
2002 3584   Orang 18  % NAIK
2003 3155  Orang 14  % TURUN
2004 3881  Orang NAIK
2005 3996  Orang NAIK
2006 4739  Orang NAIK
2007 3581  Orang TURUN

 

 

6. Faktor Penghambat / Permasalahan

a. Heterogenitas Penduduk dan Kegiatannya

Bahwa kota merupakan konsentrasi penduduk dengan segala aktivitasnya, dengan batas wilayah berdasarkan peraturan perundang-undangan mempunyai cirri-ciri tertentu dalam kegiatannya baik fisik maupun non-fisik. Demikian juga ciri tertentu dalam kegiatannya baik kegiatan fisik maupun non-fisik, juga struktur penduduk Kota Bandung berasal dari berbagai daerah dan berbagai lapisan sosial ekonomi serta berbagai tingkat pendidikan dan keterampilan. Disamping itu terdapat juga berbagai kelompok sosial kemasyarakatan keagamaan berdasarkan kepentingan dan tujuan masing-masing. Dengan adanya heterogenitas tersebut mewarnai juga dalam anggota Persaudaraan Haji Kota Bandung melahirkan berbagai aspirasi dan persepsi yang tinggi, sehingga yang diperlukan profesionalisme yang tinggi dari para pengurus untuk menampung dan menyalurkan kehendak para anggotanya.

 

b. Profesionalisme Anggota Pengurus

Keberhasilan pembangunan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi akan membawa perubahan terhadap Organisasi Sosial Kemasyarakatan, yang secara materil akan berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan. Tetapi disisi lain keberhasilan tersebut terdapat kekhawatiran pengaruh negatif terhadap perilaku keseharian kehidupan beragama sebagai masyarakat terutama generasi muda penerus bangsa. Seperti pelanggaran terhadap norma-norma susila yang berlaku, etika kehidupan sehari-hari maupun merebaknya berbagai penyakit masyarakat. Oleh karena itu sangat perlu peningkatan serta upaya yang dilakukan oleh Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia sesuai dengan fungsi dan peranannya.

 

c. Perkembangan Calon Haji

Perkembangan calon Jemaah Haji Kota Bandung setiap tahun terus meningkat, ini sebagai indikator keberhasilan pembinaan umat tetapi didalam pelaksanaan secara nyata masih banyak ditemui para jemaah yang mendaftarkan diri dan pelaksanaan pemberangkatannya masih ada diluar Wilayah Kota Bandung. Disamping itu kondisi Para Calon Jemaah Haji dalam pemahaman dan penguasaan ilmu agama dan Manasik Haji / Umrah khususnya masih perlu mendapat perhatian oleh semua pihak yang berkompeten dibidangnya termasuk oleh IPHI Kota Bandung.

 

Leave A Comment